Awal Menuju Kesuksesan
Awal Menuju Kesuksesan
Perjalanan kami dimulai pada tanggal 21 Mei 2031. Aku dan suamiku resmi menikah. Kita bertemu saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri. Dia baik, tinggi, pintar, taat pada agama, dan sayang sama keluarga. Kita menikah setelah lulus kuliah. Inilah perjalanan awal mimpi kita dimulai. Setelah menikah, kita belum mempunyai pekerjaan. Segala cara, jerih payah yang kita lakukan untuk mencari pekerjaan, namun hasilnya tetap nihil. kita hidup dengan penuh kesederhanaan setiap harinya.
Suatu ketika, orangtua saya mengajak bertemu untuk acara keluarga di suatu tempat. Disitulah kami kumpul keluarga secara lengkap, walaupun cuma sekedar makan-makan, bersendau gurau, bercerita tentang hidup setiap harinya, itu cukup untuk mengobati rindu yang ada. Keluargaku memang serba hidup berkecukupan, mempunyai pekerjaan tetap, gaji tinggi, bahkan bisa membeli barang-barang yang diinginkan.
Ketika sedang membahas pekerjaan satu sama lain, aku dan suamiku ditanya oleh tanteku tentang pekerjaan. Dan kami menjawab, bahwa kami belum dapat pekerjaan. Tanteku yang merupakan CEO dari perusahaan tersebut, menawarkan pekerjaan di perusahaannya kepada suamiku. Kebetulan di perusahaannya sedang menerima lowongan pekerjaan di bidang logistik. Suamiku yang notabened nya lulusan teknik logistik, pekerjaan yang ditawarkan sangat sesuai dengan apa yang dipelajarinya saat kuliah. Suamiku menerima tawaran pekerjaan tersebut, dan bisa mulai bekerja besok pagi.
Gaji yang ditawarkan pun di atas UMR, dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari kita. Sementara aku yang setiap harinya bermain media sosial, tiba-tiba kepikiran untuk bekerja lewat media sosial. Akhirnya aku mencari segala cara untuk membangun bisnis baju dan disebarkan lewat media sosial khususnya tiktok dan Instagram. Banyak orang yang tertarik dengan bisnis baju yang aku jual, dan terjual laris. Saat itu, ekonomi keluarga kita sudah cukup membaik. Uang hasil kerja suamiku, dan hasil jualan baju ku, kita tabung hingga akhirnya bisa membeli rumah dan mobil impian kita. Selang beberapa bulan, kita dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik, dan kita sangat bersyukur karena bisa memenuhi kebutuhan anak, mulai dari membeli peralatan bayi, pakaian, susu, hingga kebutuhan lainnya.
Karena bisnis yang aku kelola berjalan dengan baik, akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka cabang di offline store. Suamiku sangat mendukung dan membantu Bisnisku dengan baik. Ternyata, bisnis yang aku bangun, dikenal banyak oleh warga setempat dan mereka pada memborong baju yang aku jual. Dengan kegigihan dan kerja keras yang suamiku lakukan, suamiku membangun perusahaan sendiri dan sudah resign dari perusahaan tanteku. Suamiku membangun perusahaannya sendiri dari nol. Meskipun menghadapi berbagai rintangan di sepanjang perjalanan, dia terus belajar dari setiap pengalaman, dan tidak pernah menyerah. Perusahaannya kini berkembang pesat dan mampu bersaing di industri yang semakin kompetitif, menjadi bukti nyata dari usahanya yang tak kenal lelah.
Kita yakin bahwa hasil yang kita nikmati sekarang merupakan buah dari kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan yang telah kita lakukan di masa lalu. Setiap tantangan yang kita hadapi, membentuk jalan menuju kesuksesan yang kita rasakan sekarang. Karena, setiap perjuangan yang dilakukan dengan tekad serta kesabaran pasti akan membuahkan hasil di waktu yang tepat.