Revitalisasi Getuk Tradisional: Strategi Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM di Desa Jakenan
Revitalisasi Getuk Tradisional: Strategi Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM di Desa Jakenan
A. LATAR BELAKANG
Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Salah satu makanan khas yang masih bertahan hingga kini adalah getuk, makanan berbahan dasar singkong yang memiliki cita rasa manis dan tekstur lembut. Getuk telah menjadi bagian dari identitas kuliner di berbagai daerah, termasuk di Desa Jakenan.
Desa Jakenan merupakan salah satu desa di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam produksi getuk. Banyak masyarakat di desa ini yang masih menjalankan usaha rumahan dalam pembuatan getuk, baik untuk konsumsi lokal maupun dijual ke pasar terdekat. Namun, keberlangsungan usaha ini menghadapi berbagai tantangan, seperti:
1. Kurangnya Inovasi Produk
Produk getuk di Desa Jakenan masih diproduksi secara konvensional dengan variasi yang terbatas. Hal ini menyebabkan produk kurang menarik bagi konsumen muda yang lebih menyukai makanan dengan inovasi rasa, bentuk, dan kemasan yang modern.
2. Keterbatasan Akses Pasar
Mayoritas pelaku UMKM di Desa Jakenan masih bergantung pada sistem pemasaran tradisional, seperti penjualan langsung di pasar atau melalui pesanan dari pelanggan tetap. Minimnya pemanfaatan teknologi digital membuat produk getuk sulit bersaing dengan produk pangan lainnya yang telah dipasarkan secara online.
3. Kurangnya Keterampilan Manajerial dan Produksi Modern
Sebagian besar produsen getuk masih menggunakan metode produksi manual dengan manajemen usaha yang sederhana. Rendahnya keterampilan dalam manajemen usaha dan strategi pemasaran menjadi kendala dalam pengembangan bisnis.
4. Persaingan dengan Produk Pangan Modern
Konsumen saat ini memiliki banyak pilihan makanan cepat saji yang lebih praktis dan memiliki daya tahan lebih lama. Getuk sebagai produk pangan tradisional harus beradaptasi agar tetap relevan dengan tren pasar saat ini.
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan program "Revitalisasi Getuk Tradisional", yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk getuk melalui inovasi rasa, kemasan, dan strategi pemasaran digital. Program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas produk getuk, tetapi juga memberdayakan UMKM di Desa Jakenan agar lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui pelatihan produksi, pemasaran digital, dan inovasi produk, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan adanya pendampingan dan strategi yang tepat, produk getuk dari Desa Jakenan dapat berkembang menjadi salah satu ikon kuliner daerah yang memiliki daya tarik lebih luas, baik di pasar nasional maupun internasional.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana meningkatkan daya saing produk getuk di Desa Jakenan melalui inovasi dan diversifikasi?
2. Apa strategi yang tepat untuk memberdayakan UMKM penghasil getuk di Desa Jakenan?
3. Bagaimana penerapan pemasaran digital dapat meningkatkan penjualan produk getuk?
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Meningkatkan kualitas, variasi, dan nilai jual produk getuk melalui inovasi rasa dan kemasan.
2. Memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM terkait produksi, pemasaran, dan manajemen usaha.
3. Mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital agar produk getuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
D. MANFAAT KEGIATAN
1. Bagi Masyarakat: Meningkatkan pendapatan melalui usaha getuk yang lebih kompetitif.
2. Bagi Pelaku UMKM: Mendapatkan wawasan dan keterampilan baru dalam inovasi produk dan pemasaran.
3. Bagi Pemerintah Desa: Mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis produk unggulan lokal.
4. Bagi Konsumen: Menyediakan pilihan produk getuk yang lebih variatif, higienis, dan berkualitas.
E. KAJIAN PUSTAKA
1. Konsep Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Pemberdayaan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki sehingga dapat mandiri secara ekonomi (Suryana, 2018).
2. Inovasi Produk Pangan Tradisional
Inovasi dalam produk pangan, baik dari segi bahan, rasa, maupun kemasan, sangat penting untuk meningkatkan daya tarik konsumen (Sukardi, 2020).
3. Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM
Pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial dan marketplace, terbukti meningkatkan daya jangkau produk dan mempercepat transaksi (Kotler & Keller, 2021).
F. BAHAN DAN ALAT
G. TAHAPAN KEGIATAN
H. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
• Waktu: Agustus – Desember 2025
• Tempat: Desa Jakenan
I. RENCANA ANGGARAN
J. INDIKATOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN PROGRAM
K. TATA CARA EVALUASI KEGIATAN
1. Survei Pasar: Menggunakan kuesioner untuk menilai respons konsumen.
2. Monitoring UMKM: Mengevaluasi keterampilan yang diterapkan setelah pelatihan.
3. Analisis Penjualan: Membandingkan tingkat penjualan sebelum dan sesudah program.
4. Feedback Pelanggan: Melakukan wawancara dengan konsumen untuk perbaikan produk.
L. JADWAL KEGIATAN/TIMELINE
M. RENCANA TINDAK LANJUT
1. Mengembangkan pemasaran berkelanjutan melalui e-commerce.
2. Menjalin kemitraan dengan koperasi dan toko oleh-oleh.
3. Mendorong pengembangan produk turunan berbasis singkong.
N. DAFTAR PUSTAKA
rini Novandalina & Fidyah Ernawati. (2023). Pemberdayaan UMKM Makanan Lokal melalui Inovasi Produk dan Strategi Digitalisasi untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar di Kabupaten Semarang. BESIRU, 2(1), 19-29.
iti Nurjanah. (2022). Strategi Pemasaran Gethuk Pisang sebagai Oleh-Oleh Khas Kediri. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 4592-4602.
iza Syahrul Mubarak. (2024). Pelaksanaan Digital Marketing pada Gethuk Gunung Lawu. Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
O. LAMPIRAN - LAMPIRAN
A. Peta lokasi: Ds. Jakenan, Dk. Ngalapan
B. Kontak Person/tokoh
C. Daftar list calon peserta: Masyarakat Desa Jakenan
D. Skenario Dokumentasi Foto
E. Skenario dokumentasi video